Rabu, 11 Februari 2015

Piyu Blak-blakan soal Padi di Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Jika anda setia mengikuti program Inspirasi edisi Piyu Padi yang ditayangkan eksklusif di Liputan6.com, maka bagian ketiga sekaligus terakhir ini akan jadi jawaban yang sudah anda tunggu-tunggu selama dua pekan ini.

Tidak tanggung-tanggung, untuk edisi kali ini, Piyu akan blak-blakan soal keadaan Padi saat ini. Dirinya juga bersedia untuk menjelaskan alasan dibalik keputusannya tak menggunakan nama Padi lagi.

Seperti diketahui, sebelum mendirikan Padi, Piyu ternyata sudah getol menekuni dunia musik. Ia pun nekat hijrah ke Jakarta dan melakoni sejumlah pekerjaan untuk mendekatkan dirinya dengan mimpi besarnya.
Dari situlah, Liputan6.com tertarik untuk menggali lebih dalam sejarah perjalanan Piyu melalui sebuah video eksklusif. Untuk video bagian pertamanya, Piyu bakal mengungkapkan alasan utamanya ke Jakarta.

Semuanya akan diceritakannya secara rinci dengan gaya bertutur yang santai (klik linknya di sini)
Sementara di bagian kedua, Piyu akan berbagi cerita soal gitar-gitar Gibson kesayangannya. Termasuk gitar pertama yang didapatnya dari banting-tulangnya sebagai kru Dewa19 (klik linknya di sini). Semuanya akan ditutup dengan pernyataan khususnya soal Padi.

TAGS

Rabu, 14 Januari 2015

MASKAPAI BERTARIF MURAH: Ini Pengakuan Blak-blakan Seorang Pilot

Tayangan Mata Najwa yang disiarkan Metro TV membahas kebijakan tarif maskapai bertiket murah, Rabu (14/1/2015) malam.

Seorang mantan pilot blak-blakan mengungkapkan kerasnya iklim kerja di low cost carier (LCC) alias maskapai bertarif murah.

Salah seorang mantan pilot yang dirahasiakan jati dirinya mengungkapkan beratnya bekarja di maskapai bertarif murah. Dia mengaku tak mendapat fasilitas standar lazimnya yang diterima seorang kru pesawat terbang.

“Saya berangkat dari rumah ongkos sendiri, pulang juga sendiri. Tidak ada fasilitas untuk menjamin keselamatan kami. Bahkan ada kru kami yang kecelakaan saat pulang karena lelah setelah penerbangan,” tutur mantan pilot itu.

Lebih lanjut, dia menuturkan pilot maskapai bertarif murah tidak mendapat pelayanan standar sebelum penerbangan dilakukan.

“Kami harus menyiapkan beberapa menit untuk mengurus segala sesuatu sebelum pesawat tinggal landas. Padahal, seharusnya itu disiapkan oleh otoritas bandara,” jelasnya dalam pembahasan penerbangan bertiketmurah itu.

Salah satu perwakilan dari tim otoritas Air Trafic Controller (ATC) Indonesia, Amin, mengungkapkan ATC merasa dikambinghitamkan atas kecelakaan yang menimpa penerbangan bertiket murah Airasia QZ8501, Desember 2014 lalu. Amin mengungkapkan bahwa Menhub harus jeli menangkap siapa yang bersalah.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Pergubungan Ignatius Jonan mengaku sudah meminta KNKT untuk menyelidiki kasus yang melibatkan penerbangan bertiket murah tersebut. Nantinya, seluruh pihak yang memberikan izin penerbangan kepada Airasia QZ8501 harus bertanggung jawab.

“Pemberian izin terbang itu ada empat pihak, yaitu otoritas bandara, navigasi udara, maskapai, manajemen bandara. Izin terbang bodong pasti hasil kerja sama mereka,” jelas Jonan. (Kabar24.com)

Sumbernya Dari : http://kabar24.bisnis.com/read/20150115/15/391096/maskapai-bertarif-murah-ini-pengakuan-blak-blakan-seorang-pilot

Minggu, 04 Januari 2015

Van Gaal Sebut Harga Skuat Mahal Bukan Jaminan Menang Mudah

Van Gaal Sebut Harga Skuat Mahal Bukan Jaminan Menang Mudah - Manajer Manchester United, Louis Van Gaal memberikan pendapatnya mengenai hasil 2-0 yang diraih timnya dalam laga melawan Yeovil Town semalam (04/01). Bertanding di Huish Park dalam lanjutan putaran ketiga Piala FA, United sempat kesulitan mencetak gol melawan juru kunci League One tersebut dan baru membuka angka di menit ke 64.

Menurut pria asal Belanda tersebut, harga pemain mahal yang dimiliki MU memang bukan jaminan bahwa timnya akan mudah menekuk Yeovil. Van Gaal juga mengaku salut atas penampilan militan para pemain Yeovil, yang mampu menahan gempuran United pada sejam pertama pertandingan.

"Yeovil menempatkan kami di bawah tekanan, sungguh sulit mengalahkan mereka. Jika kami bermain tidak sabaran seperti babak pertama, segalanya menjadi semakin sulit," ungkap Van Gaal seperti dilansir Manchester Evening News.

"Kami menunggu cukup lama untuk mencetak gol, bukan sebuah upaya yang mudah. Semua orang berpikir bahwa akan mudah bagi United, yang diperkuat pemain seharga 100 juta Euro untuk mengalahkan Yeovil yang bermaterikan pemain berharga 5 ribu Euro, namun sepakbola tidak berjalan seperti itu.